" Gebyar Jambi Berpantun menghadirkan warna baru: perayaan yang bersifat partisipatif, reflektif, dan mendidik"
OLEH : Dr. FAHMI RASID
SEKRETARIS PUSDIKLAT LAM PROVINSI JAMBI
DI ZAMAN arus modernisasi yang bergerak cepat, kebudayaan kerap ditempatkan sebagai romantisme masa lalu, Indah dikenang, namun pelan-pelan ditinggalkan. Banyak daerah kehilangan akar kulturalnya karena budaya tidak lagi dihadirkan dalam kebijakan publik, pendidikan, dan ruang keseharian masyarakat.