Pipa Gas Masuk Gang Warga, DPR Turun ke Rawasari

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Opini
IST

"Ketika Aspirasi Kelurahan Menjadi Uji Nyata Kebijakan Energi"

Oleh : FAHMI RASID
Ketua LPM Kelurahan Rawasari Kota Jambi

Kebijakan energi nasional akhirnya benar-benar menyentuh ruang hidup warga. Di Kota Jambi, pemasangan jaringan pipa gas bukan lagi sekadar program di atas kertas. Ia hadir dalam bentuk galian di badan jalan, pembatas di gang sempit, serta aktivitas proyek yang berdampingan langsung dengan rumah warga.
Situasi inilah yang mendorong kunjungan kerja langsung Rokcy Candra, SE ke Kelurahan Rawasari. Kunjungan tersebut bukan seremoni. Ia menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat di bawah—mendengar langsung aspirasi, kegelisahan, sekaligus harapan warga atas program energi yang tengah berjalan.

Dari Ruang Rapat ke Gang Warga

Pemasangan pipa gas rumah tangga kerap dipromosikan sebagai langkah menuju energi yang lebih bersih dan efisien. Namun di Rawasari, warga mengingatkan bahwa tujuan baik harus ditempuh dengan proses yang baik pula.
Dalam dialog bersama masyarakat, muncul beragam pertanyaan yang mencerminkan realitas lapangan:
soal keselamatan pipa, dampak terhadap akses jalan lingkungan, pemulihan pasca-pekerjaan, hingga kejelasan manfaat langsung bagi rumah tangga kecil. Ini bukan penolakan, melainkan permintaan agar negara hadir secara utuh mendengar, menjelaskan, dan menjamin rasa aman.
Kunjungan kerja semacam ini penting karena menghadirkan perspektif yang sering luput dari laporan administratif: cerita warga yang hidup berdampingan dengan proyek.

Ketua LPM dan Aspirasi Akar Rumput

Dalam pertemuan tersebut, peran Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rawasari terlihat jelas sebagai jembatan antara warga dan negara. LPM menjadi pihak yang sehari-hari menampung keluhan, menjaga ketenangan sosial, sekaligus membantu kelancaran program pemerintah.
Namun realitasnya, LPM kerap berada di posisi sulit. Di satu sisi diminta mendukung program strategis, di sisi lain harus menjawab kegelisahan warga, sering kali tanpa dibekali informasi teknis yang memadai. Kunjungan DPR ke tingkat kelurahan memberi pesan penting: aspirasi LPM dan warga tidak boleh berhenti di bawah.

Partisipasi yang Diuji di Lapangan

Apa yang terjadi di Rawasari memperlihatkan satu hal mendasar: partisipasi masyarakat tidak cukup hanya lewat sosialisasi formal. Warga ingin dilibatkan sejak awal, bukan sekadar diberi tahu setelah keputusan diambil.
Ketika wakil rakyat turun langsung dan mendengar suara warga, kepercayaan publik tumbuh. Sebaliknya, jika partisipasi hanya menjadi formalitas, potensi resistensi dan konflik sosial akan selalu mengintai, sekalipun program yang dijalankan berniat baik.

Relevansi Pengawasan Parlemen

Isu pemasangan pipa gas di Rawasari sejatinya mencerminkan tantangan nasional dalam implementasi kebijakan energi—wilayah kerja Komisi XII DPR RI. Keberhasilan program tidak cukup diukur dari panjang pipa atau jumlah sambungan, tetapi dari penerimaan sosial, keselamatan publik, dan keberlanjutan lingkungan.
Kunjungan kerja Rokcy Candra, SE ke Rawasari menjadi contoh bahwa fungsi pengawasan parlemen menemukan maknanya ketika berpijak pada realitas warga. Dari kelurahan, DPR dapat melihat apakah kebijakan berjalan sesuai semangat keadilan dan keberlanjutan.

Energi Bersih, Proses yang Berkeadilan

Warga Rawasari pada dasarnya mendukung kemajuan. Mereka tidak anti energi bersih. Yang mereka tuntut adalah proses yang transparan, komunikatif, dan bertanggung jawab.
Program pipa gas harus disertai:
Sosialisasi yang jelas dan berulang,
Jaminan keselamatan yang mudah dipahami warga,
Pemulihan lingkungan pasca-pekerjaan,
Serta ruang dialog yang terus terbuka di tingkat kelurahan.
Tanpa itu, kebijakan energi berisiko kehilangan legitimasi sosialnya.

Kelurahan Rawasari sebagai Pengingat

Kunjungan kerja ke Rawasari mengirim pesan kuat: kebijakan besar harus mau mendengar suara kecil. Dari gang-gang sempit kelurahan, negara diingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal target nasional, tetapi juga tentang rasa aman dan kepercayaan warga.
Jika energi nasional ingin benar-benar berkelanjutan, maka mendengar aspirasi masyarakat bawah, seperti yang terjadi di Rawasari, bukanlah pilihan, melainkan keharusan demokratis.

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network