Relawan Darah Bungo Desak Pemda Turunkan Biaya Pengolahan dan Perketat Distribusi

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

Bungo – Sejumlah relawan yang tergabung dalam komunitas Relawan Darah Bungo mendesak Pemerintah Kabupaten Bungo untuk menurunkan biaya pengolahan darah di Unit Pengelola Darah (UPD) serta memperketat pengawasan pendistribusian darah kepada masyarakat.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Bungo Komisi III dan pihak terkait. Para relawan menilai, biaya pengolahan darah saat ini masih cukup tinggi dan memberatkan masyarakat, khususnya pasien dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan transfusi secara rutin.

Koordinator Relawan Darah Bungo, Ade G. Putra, mengatakan para pendonor selama ini menyumbangkan darah secara sukarela tanpa dipungut biaya. Namun di sisi lain, keluarga pasien tetap harus membayar biaya pengolahan yang dinilai cukup besar.

“Kami memahami ada biaya operasional seperti uji laboratorium, penyimpanan, dan distribusi. Tetapi kami berharap ada kebijakan yang lebih meringankan masyarakat,” ujar Ade.

Ia meminta Pemda melalui Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan darah di UPD, termasuk transparansi komponen biaya yang dibebankan kepada pasien.

Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Selain persoalan tarif, relawan juga menyoroti mekanisme distribusi darah. Mereka meminta adanya sistem monitoring berbasis digital untuk memastikan darah yang tersedia disalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan medis.

Relawan menilai sistem pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah potensi penyalahgunaan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan darah di daerah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Bungo Komisi III, Tamrin, menyatakan pihaknya akan menampung seluruh masukan yang disampaikan relawan.

Ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan Bupati Bungo untuk membahas evaluasi struktur biaya dan mekanisme distribusi darah dalam waktu dekat.

Relawan berharap dialog ini menjadi langkah awal perbaikan sistem pengelolaan darah di Kabupaten Bungo agar lebih transparan, adil, dan benar-benar berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network