Jambi – Setelah tiga minggu menjalani perawatan intensif di RSUD Raden Mattaher Jambi, Sulthon Manha Dinullah (17), remaja korban pelemparan batu oleh geng motor, akhirnya diperbolehkan pulang, Senin (10/2/2025). Namun, kondisinya masih jauh dari kata pulih.
Sulthon, siswa kelas 12 yang menjadi korban aksi brutal geng motor di dekat SMAN 8 Kota Jambi pada Senin (13/1/2025) lalu, mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman batu konblok. Ia harus menjalani operasi dan menjalani perawatan selama 20 hari di ruang ICU sebelum akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah.
Masih Lumpuh, Harus Dirawat Intensif
Meski sudah pulang, kondisi Sulthon masih sangat memprihatinkan. Bagian kiri tubuhnya lumpuh, termasuk tangan dan kakinya yang sulit digerakkan.
"Kata dokter, pemulihannya butuh waktu. Alhamdulillah, jari-jari tangannya sudah mulai bisa bergerak sedikit, sebelumnya tidak bisa sama sekali," ujar ayah Sulthon, Beni, dengan suara lirih.
Saat ini, Sulthon masih harus beristirahat total di atas tempat tidur. Untuk makan dan beraktivitas lainnya, ia sepenuhnya bergantung pada bantuan keluarga.
"Sekarang semua harus dilakukan di atas kasur. Sekolah juga harus tertunda, belum tahu kapan bisa kembali seperti dulu," tambah Beni.
Beni mengaku sejak kejadian tersebut, dirinya jarang bekerja karena harus fokus merawat anaknya. Begitu pula sang ibu dan adik-adik Sulthon yang secara bergantian menjaganya di rumah.
"Kami hanya bisa pasrah. Mau marah juga ke siapa?" ujarnya dengan nada kecewa.
Meski begitu, ia berharap hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya terhadap para pelaku yang telah menghancurkan masa depan putranya.
Sementara itu, proses hukum terhadap geng motor yang melakukan aksi kekerasan ini terus berlanjut. Sidang kedua untuk para pelaku dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin (10/2/2025), di Pengadilan Negeri (PN) Jambi.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat maraknya aksi brutal geng motor yang meresahkan masyarakat Jambi. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada para pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada korban lain yang mengalami hal seperti anak saya," pungkas Beni.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi geng motor yang meresahkan di Jambi. Aksi-aksi kekerasan dengan senjata tajam dan pelemparan batu telah menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat.
Pihak kepolisian diminta untuk bertindak lebih tegas terhadap geng motor yang sudah jelas melanggar hukum dan membahayakan nyawa orang lain. Jika tidak, bukan tidak mungkin akan ada korban berikutnya.
Apakah sidang hari ini akan membawa keadilan bagi Sulthon dan keluarganya? Masyarakat Jambi menunggu langkah tegas aparat penegak hukum.(*)
Add new comment