Tidur Siang Kelamaan Bisa Ganggu Tidur Malam, Ini Kata Pelatih Tidur

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Berita
IST

Jakarta – Tidur siang kerap dianggap sebagai “bonus” untuk mengisi ulang energi di tengah hari. Namun, jika durasinya kebablasan, manfaatnya justru bisa berbalik menjadi masalah, terutama bagi kualitas tidur malam dan kesehatan secara umum.

Certified Sleep & Recovery Coach, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa tidur siang sejatinya bisa menjadi cara untuk membayar “utang tidur” atau sekadar menyegarkan tubuh. Tapi, kata dia, tidur siang tetap punya aturan main yang tak boleh diabaikan.

Menurut Vishal, ada dua jenis tidur siang yang umum diterapkan, yakni power nap dan recovery nap. Keduanya memiliki durasi dan tujuan yang berbeda.

“Power nap itu idealnya 20 sampai 30 menit,” ujar Vishal kepada detikcom, Selasa (6/1/2026).

Power nap ditujukan untuk meningkatkan fokus, konsentrasi, dan kewaspadaan tanpa membuat tubuh masuk ke fase tidur dalam. Karena singkat, efek segarnya bisa langsung dirasakan tanpa rasa pusing atau lemas setelah bangun.

Sementara itu, ada recovery nap, yang biasanya dibutuhkan oleh orang-orang dengan utang tidur cukup besar, misalnya karena begadang atau kurang tidur dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau recovery nap, durasinya sekitar 90 menit,” lanjut Vishal.

Durasi ini memungkinkan tubuh melewati satu siklus tidur lengkap, sehingga pemulihan fisik dan mental bisa lebih optimal.

Masalah mulai muncul ketika tidur siang dilakukan terlalu lama, bahkan hingga 3–4 jam. Menurut Vishal, durasi berlebihan justru bisa mengacaukan jam biologis tubuh.

Ia mengibaratkan tidur siang yang terlalu lama seperti kebiasaan ngemil menjelang makan malam.

“Kalau 3 jam atau 4 jam, itu ibarat kita lagi nunggu makan malam. Tapi karena keburu lapar, kita ngemil. Nggak sadar ngemilnya kebanyakan,” jelasnya.

Akibatnya, saat “hidangan utama” datang—dalam hal ini tidur malam—tubuh justru tidak lagi merasa mengantuk.

“Kok kamu nggak makan? Ya karena tadi sudah kebanyakan ngemil,” sambungnya.

Kondisi tersebut dapat memicu gangguan tidur malam, seperti sulit terlelap atau insomnia. Padahal, tidur malam tetap menjadi fondasi utama pemulihan tubuh dan kesehatan jangka panjang.

Vishal menekankan bahwa tidur siang seharusnya dilakukan dengan tujuan yang jelas. Jika hanya ingin menyegarkan tubuh, power nap sudah lebih dari cukup. Sementara recovery nap hanya disarankan jika memang benar-benar mengalami kekurangan tidur.

“Tidur siang itu alat bantu, bukan pengganti tidur malam,” tegasnya.

Dengan memahami durasi yang tepat, tidur siang bisa menjadi kebiasaan sehat. Sebaliknya, tanpa kontrol, kebiasaan ini justru berpotensi merusak ritme tidur dan produktivitas harian.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network