Hindari Saat Sahur! Minuman Ini Picu Dehidrasi Saat Puasa

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Berita
IST

JAKARTA – Menahan lapar dan haus selama belasan jam saat Ramadan bukan perkara mudah. Karena itu, pemilihan makanan dan minuman saat sahur maupun berbuka menjadi kunci agar tubuh tetap terhidrasi dan tidak cepat lemas.

Salah memilih minuman justru bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Alih-alih segar, efeknya bisa memperparah dehidrasi.

Pilihan terbaik tetap air putih dan minuman dengan elektrolit alami. Namun, beberapa jenis minuman berikut justru sebaiknya dibatasi atau dihindari selama puasa.

1. Minuman Manis

Minuman tinggi gula sering menjadi pilihan saat sahur karena terasa mengenyangkan. Padahal, kandungan fruktosa dan glukosa yang tinggi dapat memicu dehidrasi.

Ahli gizi Brittany Lubeck menjelaskan bahwa minuman dengan kadar gula tinggi dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Konsumsi berlebihan juga meningkatkan kadar gula darah secara cepat, lalu turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas dan haus lebih cepat.

Contohnya minuman bersoda, sirup, minuman kemasan berpemanis, hingga minuman dengan pemanis buatan.

2. Minuman Berkafein

Kopi, teh, hingga matcha memang menjadi favorit banyak orang saat sahur. Namun minuman berkafein bersifat diuretik, yakni merangsang tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine.

Efek ini membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko dehidrasi meningkat, terutama ketika cuaca panas.

Ahli menyarankan agar konsumsi kafein tetap dibatasi dan tidak menjadi minuman utama saat sahur.

3. Minuman Energi

Minuman energi kerap dikonsumsi untuk meningkatkan stamina saat puasa. Sayangnya, kandungan kafein dan gula di dalamnya cukup tinggi.

Kafein mempercepat pengeluaran cairan, sementara gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan drastis kadar gula darah. Kombinasi ini bisa membuat tubuh cepat lelah dan haus.

Jika ingin tambahan energi, pilihan yang lebih aman adalah air kelapa atau teh hijau dalam jumlah wajar.

4. Jus Buah Kemasan

Meski berbahan dasar buah, jus kemasan sering kali mengandung tambahan gula dalam jumlah besar.

Kandungan gula tambahan ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan. Jika ingin mengonsumsi jus, sebaiknya buat sendiri dari buah segar tanpa tambahan gula, sehingga tetap mendapatkan serat dan hidrasi alami.

Air putih tetap menjadi pilihan utama. Pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dua gelas saat sahur) bisa membantu menjaga hidrasi.

Selain itu, air kelapa alami, infused water, atau sup hangat juga bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga tubuh tetap sehat. Pilihan minuman yang tepat akan membuat ibadah berjalan lebih nyaman dan optimal.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network