Konvoi Brutal Bersenjata Tajam Gegerkan Perbatasan Lubuk Landai–Tanah Periuk, Warga Cemas, Polisi Diminta Bertindak

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Kriminal
ada 0 komentar
IST

BUNGO – Aksi sekelompok remaja yang melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam (sajam) di perbatasan Lubuk Landai–Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Jumat (29/3/2025), viral di media sosial dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Video berdurasi pendek yang memperlihatkan sejumlah pemuda berkonvoi dan berlarian sembari mengacungkan sajam, memicu kecemasan warga akan potensi terjadinya tindak kekerasan atau bentrok massal.

Aksi tersebut terekam dari dalam sebuah mobil oleh warga yang kebetulan melintas. Dalam video itu terlihat jelas sejumlah pemuda mengendarai sepeda motor tanpa helm, sebagian berlari di badan jalan, sambil mengacung-acungkan senjata tajam jenis parang dan celurit.

“Sangat meresahkan dan membahayakan,” tulis narasi dalam video yang diunggah di akun @jambiviraljok, dengan keterangan waktu kejadian pada 28 Maret 2025.

Fenomena kekerasan jalanan ini menandai kekhawatiran baru: budaya "geng motor urban" yang lekat dengan kota kini mulai menjalar ke pedesaan.

“Lah sampe pulak ke dusun perangai buruk kota,” tulis akun @sahidinlaundry, menyindir fenomena ini.

Komentar lainnya bahkan menyebutkan sindiran keras:

“Agek lebaran dalam sel nanges kau dek,” tulis @teh_goyang2gelas.

Sejumlah warganet langsung menandai akun resmi pejabat kepolisian, seperti Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Manang Soebeti, dalam kolom komentar, meminta tindakan cepat dan tegas terhadap kelompok tersebut.

“@manangsoebeti_official kita sikat juga para madesu ini,” tulis akun @iskandarpasha.

Permintaan warga bukan tanpa alasan. Selain membahayakan pengendara dan warga yang melintas, aksi brutal ini menunjukkan bahwa remaja pelaku sudah memiliki keberanian tinggi untuk menantang hukum di ruang terbuka.

Pakar kriminologi menyebut fenomena seperti ini harus ditangani dengan pendekatan soft power dan hard power sekaligus. Selain penindakan tegas terhadap pelaku, pendekatan edukatif dan pemetaan akar masalah sosial juga harus dilibatkan—apakah ini buntut dari minimnya aktivitas positif remaja, pengaruh media sosial, atau lemahnya peran keluarga dan sekolah.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Polres Bungo maupun Polsek setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sumber internal menyebut pihak kepolisian telah mengidentifikasi beberapa pelaku dan tengah memburu mereka.(*)

Add new comment

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network