Jambi – Museum Siginjai Jambi kembali unjuk komitmen sebagai pusat edukasi dan kreativitas budaya. Tahun 2025 ini, museum yang berada di jantung Kota Jambi tersebut sukses menggelar Lomba Infografis Online se-Provinsi Jambi yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 31 Juli 2025.
Ajang ini menjadi wadah generasi muda untuk menuangkan ide kreatif melalui karya visual infografis yang tidak hanya menarik secara estetika, tapi juga edukatif dan sarat informasi budaya.
Panitia pelaksana lomba, Krisviorini, mengungkapkan antusiasme masyarakat begitu tinggi. “Kami membuka pendaftaran sejak awal Juni, dan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi langsung mendaftar. Setelah penutupan pada 31 Juli, seluruh karya kami serahkan ke dewan juri untuk proses penilaian,” ujarnya.
Proses penjurian dilakukan 14 Agustus 2025, melibatkan juri berpengalaman di bidang desain visual dan kebudayaan. Hasilnya, Amanta Zaki Ramadhan dinobatkan sebagai juara pertama, berhak atas piagam penghargaan, piala, dan uang pembinaan.
Kepala Seksi Bimbingan dan Publikasi Museum Siginjai, Haristo, menjelaskan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi memiliki tujuan strategis.
“Melalui lomba infografis online ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai budaya daerah. Infografis menjadi media efektif: ringkas, visual, dan mudah dipahami. Harapannya, peserta tidak hanya belajar berkreasi, tapi juga semakin peduli terhadap sejarah dan warisan budaya Jambi,” jelas Haristo.
Menurutnya, museum tidak lagi sebatas tempat menyimpan koleksi, tetapi harus hadir sebagai ruang interaktif yang relevan dengan perkembangan zaman
Lomba ini memberi tantangan tersendiri. Peserta harus mampu mengemas informasi sejarah atau budaya dalam visual yang menarik, memadukan data, teks singkat, dan elemen grafis agar mudah dicerna publik digital.
“Generasi muda kini akrab dengan media sosial dan konten visual. Lewat lomba ini, kami ingin mereka menggunakan kreativitasnya untuk memperkenalkan budaya lokal. Jadi, ada unsur edukasi sekaligus promosi budaya,” tambah Haristo.
Museum Siginjai menegaskan lomba infografis hanyalah salah satu rangkaian dari program inovatif yang akan terus digelar. Tahun depan, pihak museum berencana mengadakan lomba digital lainnya, seperti short video edukasi sejarah dan kompetisi desain grafis interaktif, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami ingin museum semakin dekat dengan masyarakat, bukan hanya tempat menyimpan benda sejarah, tetapi juga menjadi pusat interaksi kreatif dan edukatif,” tegas Harist
Lomba ini juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat nasionalisme dipadukan dengan kreativitas digital, sehingga mampu menghadirkan cara baru dalam memaknai sejarah dan budaya.
Dengan terselenggaranya lomba infografis online ini, Museum Siginjai Jambi berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk melestarikan budaya, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan sejarah daerah.(*)
Add new comment