FGD KCBN Muara Jambi: Upaya Menuju Warisan Budaya Dunia UNESCO

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

MUARO JAMBI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus berupaya memperjuangkan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi agar diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Mendapa Tanjung Balai, Danau Lamo, Kawasan Cagar Budaya Nasional Muara Jambi.

FGD ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Alumni Indonesian Field School of Archaeology (IFSA) dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, S.Sos., MT., serta Sekda Provinsi Jambi, Sudirman. Tema yang diangkat dalam diskusi ini adalah "Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi sebagai Laboratorium Pendidikan dan Kebudayaan Dunia".

FGD ini bertujuan untuk membahas strategi perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya, serta memastikan Muara Jambi dapat mendapat pengakuan sebagai warisan dunia.

Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono, menegaskan bahwa pelestarian KCBN Muara Jambi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dan akademisi.

"Kawasan Muara Jambi memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kami berharap acara ini dapat menjadi sumbangsih bagi masyarakat dalam rangka pengembangan dan pemajuan kebudayaan Indonesia," ujar Budhi.

Menurut Budhi, jika KCBN Muara Jambi berhasil mendapatkan status Warisan Budaya Dunia UNESCO, kawasan ini akan semakin dikenal di kancah internasional. Hal ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Indonesia, tetapi juga dapat meningkatkan potensi ekonomi dan wisata di Jambi.

"Kami ingin menjadikan KCBN Muara Jambi sebagai ikon kebudayaan Indonesia yang dapat dinikmati masyarakat luas serta menjadi destinasi wisata budaya unggulan, yang tentunya juga berdampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional," tambahnya.

FGD ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi budaya, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, dan Olahraga Muaro Jambi, yang turut hadir dalam acara ini, menambahkan bahwa pengembangan kawasan cagar budaya harus dilakukan dengan pendekatan yang holistik.

"Pelestarian dan pengelolaan KCBN Muara Jambi harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi ini penting agar pengelolaan kawasan ini tetap berkelanjutan dan berdaya guna," ujarnya.

KCBN Muara Jambi merupakan situs sejarah yang memiliki kompleks percandian terbesar di Asia Tenggara, bahkan lebih luas dibandingkan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pemeliharaan, infrastruktur, dan promosi global.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berkomitmen untuk:

✅ Mengusulkan KCBN Muara Jambi sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO
✅ Meningkatkan infrastruktur pendukung wisata
✅ Membangun kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam pelestarian budaya
✅ Menjalin kerja sama dengan akademisi dan arkeolog untuk memperkuat penelitian sejarah

FGD ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat pengakuan Muara Jambi sebagai Warisan Budaya Dunia. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Muara Jambi berpotensi menjadi pusat peradaban sejarah dan wisata budaya kelas dunia.

"Kami berharap diskusi ini menghasilkan solusi nyata yang dapat mempercepat pencapaian Muara Jambi sebagai ikon kebudayaan Indonesia dan warisan dunia," tutup Budhi Hartono.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network