TANJABBAR – Hantaman cuaca ekstrem dalam sebulan terakhir membuat nelayan di pesisir Pantai Timur Jambi mengalami kerugian besar. Hasil tangkapan menurun drastis, sementara biaya operasional tetap tinggi.
Di Kota Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), para nelayan mengeluhkan tangkapan ikan yang semakin sedikit akibat anomali cuaca di perairan Laut Cina Selatan.
Sigit, nelayan di Parit Tiga Kampung Nelayan, menyebut hasil tangkapannya kini merosot lebih dari 70 persen. Jika sebelumnya ia bisa membawa pulang 20-30 kilogram ikan dalam sekali melaut, kini ia hanya bisa mendapatkan 5-8 kilogram saja.
"Biaya bahan bakar per sekali melaut itu bisa Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Kalau hasilnya cuma segitu, ya rugi," ujar Sigit, Kamis (13/02/2025).
Menurutnya, beberapa jenis ikan yang biasanya mendominasi pasar—seperti bawal, kurau, senangin, dan kembung—kini semakin sulit ditemukan. Satu-satunya komoditas yang masih cukup tersedia adalah udang, namun harganya melonjak tinggi akibat kelangkaan pasokan ikan laut.
Penurunan hasil tangkapan membuat banyak nelayan terjerat utang. Biaya operasional terus membengkak, sementara pendapatan dari penjualan ikan tak sebanding.
Situasi ini semakin memprihatinkan karena sebagian nelayan terpaksa tetap melaut meskipun cuaca buruk, demi bertahan hidup.
"Mau bagaimana lagi? Kalau tidak melaut, tidak ada pemasukan. Tapi kalau dipaksakan, hasilnya tidak cukup untuk modal berikutnya," keluh Sigit.
Para nelayan berharap ada intervensi dari pemerintah untuk membantu mereka menghadapi dampak cuaca ekstrem ini.
Beberapa bantuan yang diharapkan nelayan antara lain:
✅ Subsidi BBM dan alat tangkap untuk menekan biaya operasional.
✅ Bantuan sosial bagi nelayan yang mengalami kerugian besar.
✅ Pemetaan kondisi perairan untuk mengidentifikasi daerah tangkap yang masih produktif.
Jika situasi ini dibiarkan, ekonomi nelayan pesisir Jambi bisa semakin terpuruk. Saat ini, mata nelayan tertuju pada kebijakan pemerintah, apakah akan ada solusi konkret atau mereka harus bertahan sendiri dalam ketidakpastian cuaca yang kian ekstrem.
Add new comment