Razia Gabungan di Lapas Jambi, 86 Benda Berbahaya Disita Jelang Lebaran

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

Jambi – Aparat gabungan TNI dan Polri bersama petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi menggelar razia di blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 86 benda berbahaya yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian.

Razia tersebut digelar dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, di tengah meningkatnya aktivitas kunjungan keluarga ke lapas.

“Ini dalam rangka menyambut Idul Fitri, jangan sampai nanti benda berbahaya semakin menumpuk. Apalagi kunjungan keluarga saat Lebaran akan meningkat, jadi kita bersih-bersih dulu,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, Kamis.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan berbagai barang terlarang di dalam blok hunian, khususnya di blok B1.

Barang yang disita meliputi:

  • 4 unit telepon genggam
  • 12 alat pengecas
  • 7 headset
  • 15 sendok besi
  • 3 gunting kuku
  • 25 korek api gas
  • 2 sikat gigi
  • 1 kipas angin
  • 4 botol kaca
  • 6 alat cukur
  • 3 alat penyepit kecil
  • 1 obeng

Barang-barang tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Selain penggeledahan kamar, petugas juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas lapas, termasuk kondisi terali besi pembatas untuk memastikan keamanan tetap terjaga.

Syahroni menegaskan, razia seperti ini rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga lapas tetap steril dari barang terlarang.

“Ini bentuk komitmen Ditjenpas Jambi dalam menjaga situasi berjalan baik dan aman,” katanya.

Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Jambi, Riko Hamdan, mengatakan kegiatan razia berlangsung tertib dan kondusif.

“Kegiatan berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, razia ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), khususnya menjelang momentum Lebaran.

“Ini bentuk komitmen petugas lapas. Kita ingin suasana di pemasyarakatan tetap aman dan tertib,” kata Riko.

Di balik tembok tinggi lapas, razia seperti ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan sekadar aturan—tetapi upaya menjaga keseimbangan antara pembinaan dan ketertiban, terutama di momen sensitif seperti Idul Fitri. (*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network