Gubernur Al Haris Tinjau Terminal Baru Bandara Depati Parbo, Siap Kembangkan Runway

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

KERINCI – Gubernur Jambi Al Haris meninjau langsung pembangunan terminal baru Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Bupati Kerinci Monadi serta mantan Penjabat (Pj) Bupati Kerinci Asraf.

Dalam kunjungan itu, Al Haris melihat secara langsung kondisi terminal baru bandara yang dinilai sudah cukup baik dan siap mendukung peningkatan layanan transportasi udara di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Menurut Al Haris, fasilitas terminal baru Bandara Depati Parbo sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Selain bangunan terminal yang lebih representatif, area parkir kendaraan juga dinilai telah tertata dengan baik.

“Alhamdulillah terminal barunya cukup bagus, area parkirnya juga sudah tertata dengan baik. Ke depan kita akan fokus mengurus perpanjangan runway bersama Bapak Bupati,” ujar Al Haris.

Gubernur menjelaskan bahwa salah satu fokus pengembangan berikutnya adalah perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Depati Parbo.

Dengan landasan yang lebih panjang, bandara tersebut nantinya diharapkan dapat melayani pesawat berbadan lebih besar.

Beberapa maskapai yang berpotensi mendarat di bandara tersebut antara lain Batik Air maupun Citilink.

Jika rencana ini terealisasi, maka akses penerbangan menuju Kerinci diperkirakan akan semakin terbuka dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Al Haris, keberadaan bandara dengan kapasitas lebih besar akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat.

Selain itu, pengembangan bandara juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

“Walaupun nantinya penerbangan hanya dua kali seminggu tidak masalah. Yang penting masyarakat Kerinci, Solok Selatan, Mukomuko hingga Merangin bisa memanfaatkan bandara ini,” katanya.

Gubernur Jambi menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar, khususnya di sektor pariwisata.

Daerah ini dikenal memiliki berbagai destinasi wisata alam yang menarik, termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta berbagai objek wisata pegunungan dan danau.

Dengan dukungan akses transportasi udara yang lebih baik, ia optimistis jumlah wisatawan yang datang ke Kerinci akan terus meningkat.

“Kerinci adalah branding pariwisata. Jika bandara ini sudah berkembang, dengan banyaknya destinasi wisata di Kerinci, saya yakin wisatawan akan semakin banyak datang ke sini,” jelasnya.

Untuk mewujudkan rencana pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Bappeda saat ini tengah menghitung kebutuhan anggaran.

Perhitungan tersebut termasuk biaya yang diperlukan untuk pembebasan lahan sebagai bagian dari rencana perpanjangan runway bandara.

Setelah perhitungan selesai, hasilnya akan dibahas bersama Kementerian Perhubungan guna menentukan langkah lanjutan dalam pengembangan Bandara Depati Parbo.

Al Haris menambahkan bahwa pengembangan bandara ini sangat penting untuk membuka konektivitas Kerinci dengan daerah lain di luar Provinsi Jambi.

Saat ini, penerbangan menuju Kerinci masih terbatas pada rute dalam wilayah provinsi.

“Saat ini penerbangan masih terbatas dalam wilayah Provinsi Jambi, dari Bandara Sultan Thaha ke Kerinci. Padahal kita ingin menarik orang dari luar daerah untuk datang ke Kerinci, melihat potensi pertanian, wisata, dan sumber daya alam yang kita miliki. Sangat sayang jika potensi ini tidak didukung bandara yang memadai,” tutupnya. (*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network