Bansos Januari–Maret 2026 Dicairkan, Ini Jadwal dan Skemanya

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
Ist

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai mencairkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama tahun 2026 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran periode Januari–Maret 2026 itu telah terealisasi lebih dari 85 persen atau melampaui Rp15 triliun pada triwulan I 2026.

Untuk tahun ini, PKH dialokasikan bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara program Bantuan Sembako atau BPNT menyasar 18.250.000 KPM di seluruh Indonesia.

Pemerintah mempercepat penyaluran agar masyarakat, khususnya umat Islam, dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang. Bantuan tersebut diharapkan membantu meringankan beban ekonomi keluarga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Pada 2026, penyaluran PKH dan BPNT dibagi menjadi empat tahap atau per triwulan:

  • Tahap 1: Januari–Maret
  • Tahap 2: April–Juni
  • Tahap 3: Juli–September
  • Tahap 4: Oktober–Desember

Pencairan tahap pertama dilakukan secara bertahap melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Di sejumlah wilayah, distribusi juga dilakukan melalui PT Pos Indonesia sesuai kebijakan teknis masing-masing daerah.

PKH diberikan kepada beberapa kategori penerima, antara lain ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah (SD, SMP, SMA), penyandang disabilitas, serta lanjut usia. Besaran bantuan berbeda sesuai kategori yang terdaftar dalam data penerima.

Sementara BPNT disalurkan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan yang dicairkan per tiga bulan sekali melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Saldo tersebut hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan tertentu, seperti beras, telur, ikan, daging, dan sayur-sayuran.

Masyarakat kini dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pengecekan bisa dilakukan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan aplikasi “Cek Bansos” yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. Setelah registrasi dan login, masyarakat cukup memasukkan data wilayah dan nama untuk mengetahui status penerimaan bantuan.

Jika terdapat kendala, masyarakat dapat menghubungi Call Center Kemensos di nomor 171 atau mendatangi dinas sosial setempat.

Pemerintah mengingatkan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap. Karena itu, tidak semua wilayah menerima bantuan di waktu yang sama. Proses distribusi menyesuaikan kesiapan sistem dan hasil verifikasi data terbaru.

Dengan penyaluran yang telah menembus Rp15 triliun di triwulan I 2026, pemerintah menargetkan bansos tepat sasaran dan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan yang meningkat menjelang Lebaran.

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network