SAROLANGUN – Lubang tambang kembali menjadi kuburan. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teluk Kecimbung, Sungai Batu Putih Selembau, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, Minggu (15/2/2026) siang, berujung tragedi.
Sekitar pukul 12.30 WIB, tanah di lokasi penambangan jenis dompeng darat runtuh. Lima orang yang berada di dalamnya tertimbun. Empat dinyatakan meninggal dunia, satu lainnya selamat dengan luka memar.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah melalui Kasi Humas IPTU Supriadi membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang spanduk penyelidikan oleh Satreskrim Polres Sarolangun.
“Iya benar, kami sudah melakukan cek TKP, mengamankan barang bukti, dan memasang spanduk himbauan di lokasi,” kata Supriadi dalam keterangan resmi.
Empat korban yang meninggal dunia masing-masing:
- Zai (31), warga Desa Karang Jaya, Musirawas Utara, Sumatera Selatan
- Serli (26), warga Dusun Macang, Musirawas Utara, Sumatera Selatan
- Agus (40), warga Bengkulu
- Kadir (40), warga Desa Aur Gading, Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari
Sementara satu korban selamat, Raka alias Bocil (16), warga Bengkulu, mengalami luka memar.
Saat ini para korban telah dievakuasi. Lokasi tambang dalam kondisi kosong dan tidak lagi beroperasi.
Berdasarkan penyelidikan awal, lokasi PETI tersebut diduga milik seseorang bernama Yahya. Polisi masih mendalami identitas serta domisili yang bersangkutan.
“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap identitas dan domisili atas nama Yahya serta melengkapi administrasi penyelidikan,” ujar Supriadi.
Aktivitas dompeng darat dikenal memiliki risiko tinggi karena metode penggalian tidak dilengkapi standar keselamatan. Struktur tanah yang labil membuat potensi longsor sangat besar, terlebih tanpa penguatan dinding lubang.
Tragedi ini kembali menambah daftar panjang korban PETI di Sarolangun. Aktivitas tambang ilegal yang terus berulang menunjukkan persoalan yang belum benar-benar tuntas.
Di satu sisi, kebutuhan ekonomi mendorong warga masuk ke lubang tambang. Di sisi lain, setiap runtuhan tanah selalu menyisakan duka.
Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang ilegal tersebut.(*)
Add new comment