Sungai Penuh – Kabar baik bagi pecinta alam dan pendaki gunung. Jalur pendakian Gunung Kerinci resmi kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup lebih dari satu bulan akibat peningkatan aktivitas kegempaan.
Pembukaan jalur dilakukan sejak 12 Februari 2026 menyusul tren penurunan aktivitas vulkanik berdasarkan rekomendasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Meski demikian, Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut itu masih berstatus Level II atau Waspada.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci TNKS, David, menegaskan bahwa keselamatan pendaki tetap menjadi prioritas utama.
“Pendaki hanya diperbolehkan berada di luar radius tiga kilometer dari bibir kawah. Aturan ini wajib dipatuhi,” ujar David, Sabtu (14/2/2026).
Artinya, aktivitas pendakian menuju puncak tetap dibatasi sesuai rekomendasi teknis dari otoritas vulkanologi.
Kerinci merupakan gunung api aktif tertinggi di Indonesia. Aktivitas erupsi dan semburan abu bisa terjadi sewaktu-waktu jika terjadi peningkatan tekanan magma.
Sejak dibuka kembali, minat pendaki mulai meningkat. Pada Jumat (13/2/2026), tercatat 12 pendaki telah melakukan registrasi dan memulai pendakian.
Pihak TNKS mengimbau seluruh calon pendaki untuk:
- Melapor dan registrasi resmi sebelum naik
- Mematuhi batas radius aman
- Membawa perlengkapan keselamatan lengkap
- Tidak memaksakan diri jika kondisi cuaca buruk
Kerinci dikenal memiliki jalur ekstrem dengan kemiringan tajam, pasir vulkanik longgar, serta cuaca yang cepat berubah.
Kabut tebal dapat turun dalam hitungan menit dengan jarak pandang sangat terbatas. Di beberapa titik, jalur berpasir dan licin menjadi tantangan tersendiri, terutama saat hujan.
Pendakian Gunung Kerinci biasanya ditempuh melalui Desa Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci. Jalur ini melewati kawasan hutan tropis lebat yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Seiring pembukaan kembali jalur, wacana kewajiban penggunaan guide lokal bagi pendaki semakin menguat.
Guide lokal dinilai memiliki peran penting dalam:
- Mengenali titik rawan longsor
- Mengetahui jalur alternatif
- Menentukan estimasi waktu tempuh realistis
- Memahami prosedur darurat jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik
Selain faktor keselamatan, kebijakan ini juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat.
Mayoritas pemandu berasal dari Desa Kersik Tuo dan wilayah sekitar Kerinci. Kehadiran pendaki menggerakkan sektor homestay, porter, UMKM, hingga jasa transportasi lokal.
“Mendaki Gunung Kerinci bukan sekadar petualangan, tetapi juga tanggung jawab. Keselamatan dan kelestarian harus berjalan beriringan,” ujar pengelola.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian, sektor wisata alam Kerinci diharapkan kembali menggeliat setelah sempat terdampak penutupan.
Namun pengelola menekankan bahwa pembukaan ini bukan berarti risiko hilang sepenuhnya.
“Status masih Waspada. Jadi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” tegas David.
Gunung Kerinci menjadi salah satu destinasi favorit pendaki nasional maupun mancanegara karena panorama sunrise di puncak serta lanskap Danau Gunung Tujuh yang eksotis.
Dengan regulasi ketat dan pengawasan berkelanjutan, aktivitas pendakian diharapkan tetap berjalan aman tanpa mengabaikan potensi risiko gunung api aktif. (*)
Add new comment