JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris meresmikan penggunaan Mushola Al Majidi yang berada di lingkungan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi, Sabtu (7/2/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jambi dan dirangkai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar.
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua Kwarda Pramuka Jambi Sudirman, unsur Forkopimda, camat dan lurah setempat, pengurus Kwarda Pramuka Jambi, para Ketua RT, serta warga RT 15 dan RT 16 Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Mushola Al Majidi yang dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya bagi keluarga besar Gerakan Pramuka Jambi, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, aktivitas di lingkungan Kwarda Pramuka Jambi cukup tinggi karena berada di pusat kota dan kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan serta kunjungan dari Kwartir Cabang se-Provinsi Jambi.
“Mushola ini akan melengkapi fasilitas yang ada di Kwarda Pramuka Jambi. Aktivitas di sini cukup padat dan sering menerima kunjungan, sehingga keberadaan mushola yang representatif menjadi kebutuhan penting bagi siapa pun yang ingin menunaikan ibadah,” ujar Al Haris.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya nilai edukatif dalam penamaan rumah ibadah. Ia menilai bahwa penamaan masjid atau mushola tidak sekadar simbolik, tetapi dapat menjadi sarana pendidikan karakter, khususnya bagi generasi muda Pramuka.
Menurutnya, penggunaan nama tokoh-tokoh Islam maupun tokoh Pramuka pada rumah ibadah dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap sejarah dan keteladanan tokoh tersebut.
“Ketika anak-anak bertanya tentang nama mushola atau masjid, di situlah proses pendidikan dimulai. Mereka belajar tentang siapa tokoh itu, apa perjuangannya, dan nilai-nilai apa yang bisa diteladani,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jambi Sudirman dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Mushola Al Majidi merupakan hasil kerja bersama yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama pada 29 Juni 2024 dan rampung pada 2025, dengan sejumlah penyempurnaan yang dilakukan pada awal 2026.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan mushola tersebut menelan anggaran lebih dari Rp600 juta yang bersumber dari dana Kwarda Pramuka Jambi, dukungan badan usaha milik Kwarda, serta kontribusi para donatur. Mushola Al Majidi dirancang mampu menampung sekitar 100 jamaah, baik di area dalam maupun luar ruangan.
“Mushola ini bukan hanya diperuntukkan bagi keluarga besar Pramuka, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Kami berharap warga RT 15 dan RT 16 dapat bersama-sama memakmurkan mushola ini,” ujar Sudirman.
Ketua Kwarda Pramuka Jambi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan dan pemakmuran mushola, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa membangun fisik rumah ibadah relatif lebih mudah dibandingkan menjaga keberlanjutan fungsi dan kemakmurannya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, peresmian Mushola Al Majidi turut dirangkai dengan penyerahan bantuan sembako kepada sekitar 50 warga fakir miskin dan anak yatim di lingkungan sekitar Kwarda Pramuka Jambi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris.
Dengan diresmikannya Mushola Al Majidi, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi pusat ibadah yang nyaman, memperkuat nilai spiritual, sekaligus mempererat hubungan antara Gerakan Pramuka Jambi dan masyarakat sekitar, sejalan dengan semangat pengabdian dan kepedulian sosial. (*)
Add new comment