Jambi – Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya mempercepat kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kota melalui penguatan pelaksanaan 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penajaman rencana aksi serta penandatanganan Perjanjian Kinerja seluruh Kepala Perangkat Daerah, Jumat (30/1/2026) pagi, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Dizha Hazra Aljosha. Turut hadir Kepala Bappeda Kota Jambi Suhendri, Asisten III Setda Kota Jambi M Jaelani, para staf ahli, asisten, seluruh kepala OPD, serta camat se-Kota Jambi.
Kegiatan ini menjadi tahapan awal strategis dalam pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014, yang menekankan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan hasil terukur.
Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa Perjanjian Kinerja bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kontrak moral dan profesional antara kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah untuk menjalankan program pembangunan dengan target yang jelas.
“Ini bukan sekadar tanda tangan. Ini komitmen kerja. Semua harus terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Jambi Bahagia,” tegas Maulana.
Penandatanganan Perjanjian Kinerja dilakukan oleh seluruh kepala OPD dan camat se-Kota Jambi. Mereka sepakat melaksanakan penugasan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal, serta membangun sistem kerja yang sinergis secara vertikal dan horizontal.
Dalam sesi wawancara, Maulana menjelaskan bahwa sejak pagi seluruh OPD dan camat telah melakukan penajaman program prioritas agar kolaborasi lintas perangkat daerah berjalan efektif. Koordinasi pelaksanaan program akan dikomandoi staf ahli dan asisten sesuai bidang masing-masing.
Ia menyebut pelaksanaan 11 Program Unggulan sepanjang 2025 telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Penandatanganan Perjanjian Kinerja menjadi langkah lanjutan untuk memastikan program berjalan lebih optimal pada 2026.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah BANK HARKAT, yakni skema pembiayaan bagi pelaku UMKM. Pemkot Jambi mencatat dana pembiayaan sebesar Rp110 miliar yang disiapkan perbankan belum terserap optimal karena sebagian pelaku usaha masih terjerat pinjaman online dan rentenir.
“Karena itu, kami perkuat pembinaan UMKM, inkubasi usaha baru, dan pelatihan kewirausahaan melalui BALIKAT agar pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan dengan bunga rendah sekitar tiga persen per tahun,” jelas Maulana.
Program unggulan lainnya juga terus diperluas, seperti Kartu Bahagia untuk sektor kesehatan dan pendidikan, serta perluasan jaminan sosial bagi pekerja informal yang tahun ini mencapai sekitar 3.500 tenaga kerja.
Program Kampung Bahagia yang sebelumnya diuji coba di 67 wilayah percontohan kini diperluas ke seluruh 1.583 RT di Kota Jambi dengan estimasi penerima manfaat mencapai 654 ribu warga. Program ini mengedepankan gotong royong, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berbasis komunitas.
Di sisi pembangunan strategis, Kota Jambi juga mendapatkan proyek nasional seperti pembangunan Sekolah Rakyat senilai sekitar Rp220 miliar yang akan menampung 1.080 siswa dari keluarga kurang mampu melalui sistem asrama untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia dan memutus rantai kemiskinan.
Penanganan banjir melalui pembangunan kolam retensi yang sempat tertunda juga mulai direalisasikan. Selain itu, Pemkot Jambi mengusulkan pengembangan Pasar Raya Telanaipura dan pembangunan flyover Paal 10 yang ditargetkan terealisasi pada 2027, termasuk pelebaran jalan nasional menjadi empat lajur guna mendukung kawasan ekonomi baru.
Maulana menegaskan pemekaran RT bukan prioritas, namun penataan jumlah kepala keluarga per RT akan dilakukan agar pelayanan lebih merata tanpa mengubah batas administratif kelurahan dan kecamatan.
Dalam aspek lingkungan, persoalan sampah masih menjadi tantangan. Pemkot Jambi mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui Kampung Bahagia dengan sistem pengambilan sampah dari rumah ke depo atau TPS 3R guna menghapus TPS liar secara bertahap.
Keamanan lingkungan juga diperkuat melalui pemasangan CCTV berbasis RT yang terintegrasi hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Selain itu, layanan sosial diperluas, termasuk program sunat gratis sepanjang tahun melalui puskesmas dan rencana nikah massal gratis bagi warga kurang mampu.
Adapun 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia meliputi Kartu Bahagia, BALIKAT, BANK HARKAT, RUMEL, Kampung Bahagia, Lansia Bahagia, Kota Tangguh, Bahagia Berbudaya, APEL KOTA, BALAP, dan Call Center Bahagia 112.
Melalui sinergi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, Pemkot Jambi optimistis program-program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Kota Jambi.(*)
Add new comment