Jambi – Pemerintah Kota Jambi memastikan Program Kampung Terang tetap berlanjut pada tahun anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga, khususnya dari sisi keamanan dan kenyamanan pada malam hari.
Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha terus mendorong percepatan realisasi program tersebut agar manfaat penerangan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah kota.
Program Kampung Terang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan lingkungan, tetapi juga mendorong aktivitas positif warga, meningkatkan keselamatan berkendara, sekaligus memperindah estetika kawasan permukiman.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi M. Wildan Murtadho Al Idrus mengatakan keberlanjutan Program Kampung Terang telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.
“Kita tetap melaksanakan Program Kampung Terang pada tahun 2026. Pengadaan lampu jalan akan kita upayakan sebanyak-banyaknya, tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah,” kata Wildan, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Kota Jambi memiliki sekitar 1.680 RT dengan jumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang telah terpasang lebih dari 26 ribu titik, tersebar di 11 kecamatan. Dalam konsep ideal, setiap RT ditargetkan bisa memperoleh hingga 30 titik LPJU, menyesuaikan kondisi wilayah.
Untuk pembiayaan pemasangan LPJU pada 2026, Pemkot Jambi akan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga dukungan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
“Dari pokir dewan diperkirakan sekitar 400 unit LPJU. Sementara dari APBD dan DAK akan kita maksimalkan sesuai kemampuan,” jelasnya.
Pada tahap awal, pemasangan LPJU akan dilakukan dengan sistem fokus wilayah atau sampling agar dampak penerangan dapat langsung dirasakan masyarakat. Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas antara lain wilayah Seberang Kota Jambi, Jambi Timur, Alam Barajo, dan Kota Baru.
Meski demikian, Wildan menegaskan RT dengan kondisi mendesak tetap akan diprioritaskan meskipun berada di luar wilayah fokus.
“RT yang memang sangat membutuhkan penerangan tetap akan kita utamakan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, jika seluruh RT di Kota Jambi masing-masing memperoleh hingga 30 titik LPJU, maka dibutuhkan sekitar 40 ribu hingga 50 ribu unit lampu jalan.
“Target idealnya memang seperti itu, agar tidak ada lagi lingkungan di Kota Jambi yang gelap dan minim penerangan,” pungkas Wildan.
Melalui keberlanjutan Program Kampung Terang, Pemkot Jambi berharap dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, menekan potensi kriminalitas, serta mendorong kualitas hidup warga di seluruh wilayah kota. (*)
Add new comment