Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepulauan Riau) menggagalkan upaya penyelundupan hampir 70 ton daging beku di wilayah perairan Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. Dua kapal berbendera Indonesia diamankan dalam operasi tersebut.
Kasubdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Paksi Eka Saputra, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan dua kapal kayu berukuran 113 gross tonnage (GT) diamankan saat berlayar dari Singapura menuju Indonesia.
“Kami mengamankan dua kapal berbendera Indonesia di wilayah Moro. Keduanya membawa muatan daging dan barang lainnya,” kata Paksi saat dikonfirmasi di Mapolda Kepri, Selasa (28/1/2026).
Berdasarkan data sementara, muatan kapal terdiri dari daging sapi, daging babi, dan daging ayam beku, dengan total mendekati 70 ton. Selain itu, petugas juga menemukan barang lain seperti sepeda dan balpres. Sebagian daging sapi diketahui berasal dari Brasil.
Paksi menjelaskan, kedua kapal tersebut diketahui berlayar dari Singapura dan rencananya akan menuju Pekanbaru dan Jambi. Saat ini, kapal telah tiba di Batam untuk dilakukan pencacahan dan pembongkaran muatan.
“Kapalnya sudah tiba di Batam. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait Undang-Undang Karantina dan Undang-Undang Perdagangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Paksi membeberkan modus yang digunakan para pelaku. Kapal awalnya berangkat dengan membawa muatan ikan, lalu kembali dari Singapura membawa barang-barang ilegal tersebut.
“Modusnya kapal berangkat membawa ikan, lalu pulangnya membawa daging beku, sepeda, dan balpres,” jelasnya.
Dua kapal yang diamankan masing-masing bernama KM Sukses Abadi 02 dan KM Sukses Raya. Keduanya ditangkap di perairan Kecamatan Moro pada Jumat (23/1/2026) malam dan baru sandar di Pelabuhan Sekupang, Batam, pada Senin (26/1/2026) malam.
Dalam proses penyelundupan, awak kapal diduga sengaja mematikan Automatic Identification System (AIS) saat memasuki perairan Indonesia untuk menghindari pelacakan petugas.
“AIS dimatikan begitu masuk perairan Indonesia,” ungkap Paksi.
Hingga saat ini, proses pembongkaran muatan masih berlangsung. Polda Kepri telah mengerahkan dua unit cold storage untuk mengevakuasi daging beku dari kapal ke tempat penyimpanan sementara, sembari menunggu tambahan armada cold storage lainnya.
Penyelidikan terhadap jaringan penyelundupan tersebut masih terus dikembangkan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri. (*)
Add new comment