Pemkot Jambi Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi untuk Petani 2026

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

Jambi – Pemerintah Kota Jambi memastikan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 telah disesuaikan dengan kebutuhan riil petani yang diajukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Evridal Asri menyebutkan, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 terdiri atas pupuk urea lebih dari 49 ton, pupuk NPK lebih dari 91 ton, serta tambahan pupuk organik lebih dari 13 ton.

“Alokasi ini ditetapkan berdasarkan rekapitulasi kebutuhan petani sesuai RDKK. Kami berharap ke depan alokasi pupuk bersubsidi terus meningkat seiring kebutuhan petani,” kata Evridal, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi di Kota Jambi diperuntukkan bagi petani hortikultura dan palawija, dengan tujuan membantu petani memperoleh pupuk dengan harga terjangkau, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

“Selain menjamin ketersediaan pupuk, kebijakan ini juga mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan hasil panen yang optimal dan stabil,” ujarnya.

Evridal mengungkapkan, pada tahun 2025 secara umum petani di Kota Jambi telah menebus pupuk bersubsidi yang tersedia. Namun, realisasi penggunaan belum mencapai 100 persen karena sebagian petani memilih menggunakan pupuk organik atau alternatif lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan.

Meski demikian, kata dia, stok pupuk bersubsidi tetap harus disiapkan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan petani dapat terpenuhi sewaktu-waktu.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Dinas Pertanian bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kota Jambi terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan pendampingan terhadap perencanaan serta distribusi pupuk bersubsidi.

“Pengawasan ini penting agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani yang berhak dan mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Evridal juga menyampaikan capaian sektor pertanian Kota Jambi sepanjang 2025. Luas Tambah Tanam (LTT) tercatat mencapai 534 hektare, atau meningkat sekitar 2,69 persen dari target 520 hektare yang ditetapkan berdasarkan Luas Baku Sawah (LBS) seluas 459 hektare.

“Produktivitas rata-rata mencapai 5,6 ton per hektare gabah kering panen (GKP). Ini menjadi indikator positif bagi upaya peningkatan produksi pangan di Kota Jambi,” pungkasnya. (*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network