Jambi – Kabar kurang sedap kembali menghampiri petani kelapa sawit di Provinsi Jambi. Memasuki pekan kedua Januari 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali terkoreksi dan membuat petani harus menelan pil pahit di awal tahun.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS sawit untuk periode 9–15 Januari 2026 turun Rp 31,71 per kilogram.
Harga TBS untuk usia tanam 10–20 tahun kini dipatok di angka Rp 3.374,96 per kilogram, dari sebelumnya berada di level Rp 3.406,67 per kilogram.
Penurunan ini membuat optimisme petani yang sempat tumbuh di awal tahun kembali meredup. Sebab, harga TBS yang fluktuatif sangat berpengaruh terhadap pendapatan harian pekebun, khususnya petani swadaya.
Tak hanya TBS usia produktif, koreksi harga juga terjadi hampir di seluruh kelompok usia tanam. Berikut rincian harga TBS sawit di Jambi sesuai usia tanaman:
- Usia 3 tahun: Rp 2.636,64/kg
- Usia 4 tahun: Rp 2.813,73/kg
- Usia 5 tahun: Rp 2.943,31/kg
- Usia 6 tahun: Rp 3.066,37/kg
- Usia 7 tahun: Rp 3.143,76/kg
- Usia 8 tahun: Rp 3.210,48/kg
- Usia 9 tahun: Rp 3.273,78/kg
- Usia 10–20 tahun: Rp 3.374,96/kg
- Usia 21–24 tahun: Rp 3.273,57/kg
- Usia 25 tahun: Rp 3.123,66/kg
Sementara itu, harga Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp 13.789,91 per kilogram, sedangkan harga minyak inti sawit (kernel) berada di angka Rp 10.522,13 per kilogram, dengan indeks K sebesar 94,49 persen.
Petani berharap tren penurunan ini tidak berlangsung lama. Sebab, di tengah naiknya biaya produksi dan perawatan kebun, harga TBS yang melemah berpotensi menekan daya beli petani sawit di daerah sentra produksi Jambi.(*)
Add new comment