JAKARTA – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Memasuki awal tahun 2026, mobilitas masyarakat belum menunjukkan tanda-tanda melandai, terutama pada ruas-ruas tol strategis yang menghubungkan antarkota dan kawasan perkotaan di Pulau Sumatera.
PT Hutama Karya (Persero) mencatat total trafik harian pada ruas tol operasional JTTS mencapai 147.780 kendaraan pada Kamis, 1 Januari 2026. Angka tersebut melonjak tajam 65 persen dibandingkan kondisi lalu lintas harian normal.
Lonjakan ini terjadi pascamomen pergantian tahun, ketika masyarakat mulai kembali dari kampung halaman atau destinasi wisata menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi. Sejumlah ruas utama menjadi tumpuan arus balik, mencerminkan peran JTTS sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera.
“Peningkatan trafik ini mencerminkan masih tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik. Kami terus bersiaga penuh melalui kesiapan petugas dan sarana pendukung di seluruh ruas JTTS,” demikian keterangan resmi Hutama Karya dalam siaran pers, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan data rekapitulasi Hutama Karya, beberapa ruas tol mencatat peningkatan trafik yang signifikan, baik secara volume maupun persentase.
Ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kuala Tanjung–Sinaksak) yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (HMW) menjadi ruas dengan volume tertinggi. Pada 1 Januari 2026, tol ini dilalui 38.905 kendaraan, melonjak 99,49 persen dibandingkan trafik normal.
Lonjakan serupa juga terjadi di Tol Pekanbaru–Dumai yang mencatat 19.457 kendaraan, serta Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih dengan 17.382 kendaraan. Kedua ruas ini dikenal sebagai jalur vital penghubung kawasan industri, perkotaan, dan pelabuhan.
Sementara itu, dari sisi persentase, Tol Bengkulu–Taba Penanjung mencatat kenaikan paling signifikan, yakni 132,71 persen dengan total 3.970 kendaraan. Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum–Baitussalam) bahkan mengalami lonjakan hingga 155,24 persen atau 7.665 kendaraan, menunjukkan derasnya arus balik di wilayah ujung barat Sumatera.
Untuk wilayah Sumatera bagian tengah, arus balik juga terlihat jelas di Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino). Ruas ini dilalui 8.178 kendaraan, meningkat 73,08 persen dibandingkan hari normal.
Data ini mengindikasikan mobilitas masyarakat dari dan menuju Provinsi Jambi masih berlangsung aktif, baik untuk keperluan kembali bekerja maupun perjalanan lintas provinsi.
Sebaliknya, Tol Padang–Sicincin justru mencatat trafik lebih rendah 16,16 persen dari kondisi normal, dengan total 1.847 kendaraan. Penurunan ini disebabkan terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi, yang berdampak pada distribusi arus kendaraan.
Selain ruas tol yang telah beroperasi penuh, Hutama Karya juga mencatat trafik pada sejumlah ruas tol yang difungsionalkan selama periode Nataru.
Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) yang dioperasikan secara fungsional 24 jam dilalui 3.027 kendaraan. Sementara itu, Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.048 kendaraan pada 1 Januari 2026.
Ruas-ruas fungsional ini menjadi alternatif penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus menguji kesiapan infrastruktur sebelum beroperasi penuh.
Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan dan fisik tetap prima, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila lelah atau mengantuk.
Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, Hutama Karya terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait lainnya. Informasi terkini seputar kondisi lalu lintas JTTS dapat diakses melalui media sosial resmi @hutamakaryatollroad maupun aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan trafik secara real time. (*)
Add new comment