JAMBI – Menjelang pergantian tahun, persiapan keberangkatan jamaah calon haji 2026 memasuki fase krusial. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah kembali membuka pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua, yang dijadwalkan berlangsung 2–9 Januari 2026. Tahap ini menjadi kesempatan terakhir bagi jamaah yang tertunda melunasi biaya pada tahap pertama.
Informasi tersebut dikonfirmasi Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, Abdul Wahab, yang menjelaskan bahwa pelunasan tahap pertama berjalan cukup efektif. Dari total kuota yang tersedia, lebih dari 76,4 persen jamaah asal Jambi sudah menyelesaikan pelunasan.
“Untuk tahap pertama, tercatat 3.276 jamaah yang sudah melakukan pelunasan. Sisanya diberi kesempatan pada tahap kedua yang dibuka mulai 2 Januari hingga 9 Januari,” ujar Abdul Wahab, dikutip dari Antara.
Pelunasan tahap kedua bukan sekadar melanjutkan administrasi, melainkan penentu apakah jamaah berangkat atau harus kembali menunggu tahun berikutnya. Tahap ini dibuka khusus bagi jamaah yang mengalami hambatan pada tahap pertama, mulai dari kendala teknis sistem, proses penggabungan mahram, hingga pendampingan jamaah lanjut usia.
Termasuk pula kelompok yang kerap dinanti keberuntungannya setiap tahun: jamaah cadangan. Tahun ini, jumlah cadangan mencapai 40 persen dari total jamaah haji 2026, sehingga peluang untuk mengisi kuota sisa lebih besar.
“Jamaah cadangan tetap harus melunasi Bipih. Jika ada kuota yang tidak terisi dari jamaah reguler, mereka yang lebih dahulu melunasi akan diprioritaskan,” jelas Wahab.
Tahun 2026 menjadi tahun yang cukup menggembirakan bagi calon haji Jambi. Pemerintah pusat memberikan kuota 3.085 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2.909 orang. Kenaikan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan daftar tunggu beberapa kabupaten/kota dengan antrean panjang seperti Kota Jambi, Sungai Penuh, dan Kerinci.
Di lapangan, Kantor Kemenhaj Jambi mulai menerima tingginya mobilitas jamaah yang mengurus kelengkapan dokumen. Petugas bank penerima setoran (BPS Bipih) pun bersiap menghadapi lonjakan jamaah pada pekan pertama Januari.
Bagi jamaah calon haji, proses pelunasan Bipih bukan sekadar transaksi keuangan. Di banyak daerah, pelunasan adalah momentum emosional yang menandai langkah besar menuju Tanah Suci. Tak sedikit calon haji yang datang didampingi keluarga, bahkan tokoh masyarakat setempat.
Di Jambi, cerita serupa kembali hadir. Sejumlah jamaah yang gagal melunasi pada tahap pertama mengaku lega setelah pemerintah membuka kesempatan kedua.
“Waktu itu proses penggabungan mahram sempat terkendala. Bersyukur sekarang diberi kesempatan lagi,” ujar salah seorang calon haji dari Muaro Jambi, yang enggan disebutkan namanya.
Kemenhaj Jambi mengimbau jamaah yang masuk daftar tahap kedua untuk tidak menunggu hari terakhir, sebab potensi antrean dan keterbatasan waktu layanan bank bisa menjadi hambatan.
Selain itu, jamaah diingatkan agar memastikan kelengkapan dokumen seperti paspor, identitas diri, dan data keimigrasian.
Dengan dibukanya pelunasan tahap kedua ini, persiapan keberangkatan jamaah haji Jambi memasuki gelombang akhir sebelum masa penyusunan kelompok terbang (kloter) dan finalisasi administrasi keberangkatan.
Pemerintah berharap seluruh jamaah yang berhak dapat melunasi tepat waktu, sehingga meminimalkan adanya kursi kosong pada kuota 2026.(*)
Add new comment