Perbaikan Pipa Berujung Keluhan, Air PDAM Sungai Penuh Tak Mengalir Seharian

Oleh: jambi1
Pada : WIB
Rubrik
Daerah
IST

SUNGAI PENUH – Keluhan terhadap layanan air bersih kembali mencuat di Kota Sungai Penuh. Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Khayangan mengeluhkan pasokan air yang tidak mengalir sejak pagi hari, Selasa (31/12/2025).

Gangguan distribusi ini dirasakan warga di berbagai wilayah, salah satunya di Kecamatan Pondok Tinggi. Air dilaporkan baru kembali mengalir pada malam hari setelah tidak tersedia sejak pukul 07.00 WIB.

“Dari jam tujuh pagi sampai sekitar jam tujuh malam baru mengalir,” kata Ujang, salah seorang pelanggan PDAM di wilayah tersebut.

Menurut Ujang, persoalan distribusi air bukan kejadian baru. Sepanjang tahun 2025, gangguan pasokan air disebut kerap berulang, bahkan dalam beberapa kasus berlangsung hingga berhari-hari.

“Ada pelanggan yang airnya tidak mengalir sampai lima hari berturut-turut,” ujarnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga, terutama karena kewajiban pembayaran rekening air tetap berjalan tanpa toleransi.

“Pembayaran tidak boleh telat, tapi pelayanan jauh dari layak. Ini pelayanan terburuk sepanjang masa,” tegas Ujang.

Keluhan pelanggan tidak berhenti pada persoalan teknis. Sejumlah warga menilai manajemen PDAM Tirta Khayangan belum menunjukkan keseriusan dalam menangani problem distribusi air yang berulang.

Kinerja Direktur Utama PDAM, Dedi Alfarizi, ikut menjadi sorotan publik. Warga menilai persoalan mendasar layanan air seharusnya menjadi prioritas utama pimpinan perusahaan daerah tersebut.

“Informasi yang kami terima, Dirut PDAM belakangan ini lebih sering dinas luar dengan berbagai alasan. Sementara masalah air di lapangan tidak kunjung selesai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, gangguan distribusi air PDAM kali ini disebabkan adanya perbaikan pipa ACP berdiameter 200 milimeter di depan SD Negeri 04 Sungai Penuh.

Perbaikan jaringan tersebut berdampak langsung pada suplai air ke sejumlah kawasan pelanggan, termasuk wilayah padat penduduk.

Meski demikian, warga menilai persoalan komunikasi dan manajemen gangguan masih lemah. Tidak sedikit pelanggan mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan yang jelas terkait jadwal dan durasi penghentian distribusi air.

Warga berharap PDAM Tirta Khayangan segera melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, manajemen gangguan, hingga transparansi informasi kepada pelanggan.

“Kalau memang ada perbaikan, sampaikan dengan jelas. Jangan pelanggan dibiarkan menunggu air tanpa kepastian,” kata warga lainnya.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network