JAMBI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun hiburan rakyat pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Seluruh agenda resmi Pemprov akan difokuskan pada doa bersama, sholawat, dan dzikir yang dipusatkan di Arena Eks MTQ, Taman Mini H. Zulkifli Nurdin, Jambi.
Kebijakan ini ditegaskan Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Minggu (29/12/2025). Ia menyebut pemerintah ingin memastikan suasana pergantian tahun berlangsung khidmat, tertib, dan kondusif.
“Malam 31 kita ada sholawat, dzikir, bersama-sama doa bersama. Pak Habib Syech hadir di acara itu,” ujar Sudirman.
Pemprov Jambi menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api maupun kegiatan hura-hura yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar. Pemerintah juga telah mengeluarkan surat edaran resmi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengatur kegiatan malam tahun baru di seluruh wilayah Jambi.
Surat bernomor 3280/SE/DISBUDPAR/-R.1/XII/2025 tersebut mengimbau agar masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten/kota mengutamakan keamanan, ketertiban, dan nilai kebersamaan, serta menghindari aksi yang mengganggu ketenteraman umum.
Kegiatan hiburan besar ditiadakan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, menjaga suasana sosial tetap kondusif, serta mendukung imbauan pemerintah pusat terkait perayaan tahun baru yang lebih sederhana.
Selain agenda sholawat, Pemprov juga akan menggelar Doa Lintas Agama yang melibatkan tokoh-tokoh agama dari berbagai unsur.
Kegiatan ini menjadi bentuk refleksi akhir tahun sekaligus penguatan nilai toleransi dan persatuan masyarakat Jambi di tengah dinamika sosial sepanjang 2025.
“Sebagai bentuk refleksi dan penguatan nilai kebersamaan, Pemprov Jambi menggelar doa lintas agama pada 31 Desember 2025,” tulis edaran tersebut.
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dijadwalkan menjadi pengisi utama dalam rangkaian malam doa bersama ini, yang diperkirakan dihadiri ribuan jamaah.
Selain memusatkan perayaan di Arena Eks MTQ, Pemprov juga mengimbau masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti:
- doa bersama keluarga atau masyarakat
- aksi sosial
- penggalangan donasi untuk korban bencana alam
- kegiatan syukur akhir tahun
Sudirman berharap perayaan tahun baru kali ini tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga membawa keberkahan dan semangat kebersamaan bagi masyarakat Jambi.
“Yang paling penting adalah kita memasuki tahun baru dengan doa dan harapan baik,” ujarnya.
Pemprov Jambi juga meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas, menghindari tindakan yang membahayakan, serta mematuhi ketentuan keamanan selama malam pergantian tahun.(*)
Add new comment