MUARO JAMBI – Aliran Sungai Batanghari kembali menunjukkan gelagat yang tak bisa diabaikan. Debit air sungai terpanjang di Sumatra itu terus merangkak naik dan kini memasuki level yang memicu kewaspadaan di Kabupaten Muaro Jambi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat, tinggi muka air Sungai Batanghari telah mencapai 10,51 meter, naik signifikan dari posisi sebelumnya di angka 9,54 meter. Kenaikan ini dipicu kombinasi air kiriman dari wilayah hulu serta pasang di bagian hilir yang memperlambat aliran.
Kondisi tersebut langsung direspons Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) menginstruksikan seluruh camat dan jajaran pemerintahan desa untuk bersiaga, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan saat debit sungai meningkat.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Semua pihak harus siap dan saling berkoordinasi menghadapi kemungkinan terburuk,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di bantaran sungai, terutama saat hujan turun, karena risiko terseret arus maupun longsor tebing sungai semakin tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Muaro Jambi telah menetapkan status kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi. BPBD bersama instansi terkait telah memetakan daerah rawan banjir, longsor, dan angin puting beliung, sekaligus menyiagakan personel, peralatan evakuasi, dan logistik darurat.
Pemkab berharap, kesiapsiagaan ini dapat meminimalkan dampak banjir jika debit air Sungai Batanghari terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring potensi hujan di wilayah hulu.(*)
Add new comment